Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

TPP Nakes RSUD Sawerigading dan Palammai Belum Dibayarkan, dr Syukur Angkat Bicara

4
×

TPP Nakes RSUD Sawerigading dan Palammai Belum Dibayarkan, dr Syukur Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALOPO  —  TPP Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang mengabdi di RSUD Sawerigading dan RSU dr. Palammai Tandi  belum terbayarkan

Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo yang tidak lagi mengalokasikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) melalui APBD 2026 dinilai menjadi beban berat bagi ujung tombak pelayanan kesehatan tersebut.

Example 300x600

Melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 1 Tahun 2026, TPP bagi ASN di kedua rumah sakit tersebut kini sepenuhnya dibebankan pada anggaran internal masing-masing rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Kepala BPKAD Kota Palopo, Abd Waris, menegaskan bahwa langkah ini diambil karena kedua rumah sakit tersebut dianggap sudah mampu secara finansial. Data tahun 2025 menunjukkan angka yang fantastis: RSUD Sawerigading mencatat PAD sebesar Rp99 miliar, sementara RSU dr. Palammai Tandi mencapai Rp37 miliar.

“Kita inginkan dua rumah sakit itu tidak harus ‘menetek’ ke APBD. Dengan status BLUD, mereka harus bisa mengelola keuangan dengan baik, termasuk TPP ASN agar bisa sejahtera,” tegas Abd Waris (29/3/2026).

Ia juga menambahkan bahwa selama ini kedua RS tersebut belum pernah menyetorkan dividen ke kas daerah.

Meski Pemkot mengklaim kebijakan ini tidak merugikan karena TPP akan dibayarkan dalam bentuk jasa medis, fakta di lapangan menunjukkan ketidakpastian.

Plt Dirut RSUD Sawerigading, dr. Iin Fatimah Hanis, mengakui bahwa saat ini skema pengganti TPP masih dalam tahap penggodokan.

Melihat hal ini reaksi keras dilontarkan  Ketua IDI Palopo, dr. Abdul Syakur Kuddus

“Intinya kalo mau efisiensi jangan cuma Nakes di rumah sakit yang dihapus, itu diskriminasi. Kalo mau semua ASN jangan diberikan,” tegas dr.Syukur kepada media ini, Senin (30/3/2026)

Sememtara itu Ketua IBI Palopo, Bidan Yenny, mengkhawatirkan adanya diskriminasi profesi demi mengejar efisiensi anggaran semata. (**)

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *